Jam berganti jam, hari berganti hari, bulan berganti bulan…ternyata waktu itu sungguh terasa cepat jika kita tak “menungguinya” ya. Hari ini tepat sudah saya berumur 2 bulan masuk pada dunia nyata (kerja). Itu memang belum cukup untuk mengatakan kemapanan apalgi kesuksesan, tapi itu cukup untuk mengenalkan saya pada kehidupan diluar kebebasan-kebebasan, kemanja-manjaan, berkumpul dengan teman-teman sepergaulan (sumpah, di tempat kerja gw, om-om, tante-tante, dan bapak-bapak semua).
Belajar untuk mengkomunikasikan diri dengan orang-orang tersebut bukanlah pekerjaan yang gampang. Belajar untuk kesulitan dalam mengakses internet dan segala seluk beluk teknologi informasi lainnya jga bukanlah hal yang mudah. Belajar untuk kehilangan waktu untuk pergi hang-out dan senang-senang, ini beratt banget. Saking banyak belajarnya saya akhirnya terpikir apakah benar ini tempat yg cocok bagi saya sebagai lahan tempat mencari nafkah dan menuju kesuksesan.
Masa lalu memberikan saya banyak pengalaman berharga…Yaitu keberhasilan yg selalu saya dapatkan pada hal “Yang Kedua”. …
-
Menuju kuliah — awalnya saya terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Universitas 1 (Swasta Terkenal) d bandung, sudah bayar, sudah ngukur baju, sudah mencari tempat kos, bahkan sudah sempat akan mengikuti orientasi OSPEK pula di sekolah tersebut. Namun nyatanya hal “Yang Kedua” yang lebih baik datang kepada saya, yaitu Universitas 2 (Negeri Sangat Terkenal),
-
Objek Skripsi — 6 bulan saya menghabiskan uang, pikiran, waktu, dana, untuk mengerjakan skripsi di Perusahaan 1 (Swasta, manufacturing company)…namun siapa sangka akhirnya saya bermura di Perusahaan 2 ( Punya pemerintah) di hal “Yang Kedua” jg dan tebak hanya dalam waktu 2 bulan skripsi saya selesai disana, wooww
-
CInta — hancur belur saya dengan percintaan pertama semasa sma, mencuri-curi waktu agar bisa hang-out, sok-sok belajar bareng padahal pengen berduaan, dan akhirnya pupus seiring naiknya tahta saya yang berubah menjadi mahasiswa. Namun saat datang hal “Yang Kedua” di masa kuliah, ini menjadi harapan baru bagi saya untuk bisa sukses di dunia “kasih dan sayang” ini,
-
Belajar motor — pertama-tama dgn meminjam motor temen, jalannya goyang2 gk jelas, trus sok-soakan boncengin yg punya motor, hasilnya nabrak…motor hancur, si pemilik motor yg notabenya adalah teman — babak belur, saya — selamat sehat walafiat hahaha, tpi tetep aja ni gk bagus….Namun setelah orang tua memberi saya motor di hal “Yang Kedua”, alhmdulilah tak pernah terjadi lagi hal-hal yg sedemikian
Dari situ saya menyadari bahwa sya termasuk tipe orang yg tidak cepat belajar, “bebel” orang menyebutnya, tapi dengan itu saya jadi pernah merasakan yg namanya gagal, sehingga nantinya bisa menjadi manusia yg lebih baik..Saya berani bertaruh bahwa banyak diantara kita yg memiliki cerita sama, namun tidak sedikit pula yg bisa sukses setelah hal yg ketiga, keempat, kelima dst…walaupun ad yg pada hal pertama saja sudah sukses.
nah, lalu apa hubunganny ”Yang Kedua” dengan judul kategori dari postingan ini..yak betul,
“Apakah ini pertanda bahwa ada hal “Yang Kedua” juga menanti saya diluar sana sebgai tempat mencari nafkah yg akan saya jalani di sepanjang hidup saya nanti”….klo emang lebih baik why not, kita liat ajaa….
1 Comment
February 4, 2009 at 2:18 am
Dalam hal ini sebenarnya lo gambling lho, Yan.
Sedikit banyak gw juga punya cerita dengan “Yang Kedua”.
Turuti aja passion lo ada dimana.. OK OK